Lillah
Memang ya,
duduk dimeja belajar, saat malam hari, sepi, angin sepoy sepoy, dan setelah merasa lelah seharian, lalu mencurahkan isi fikiran kedalam tulisan adalah momen yang tentram banget.
Hari ini, aku lagi merasakan bahwa 2 minggu terakhir, tubuhku, fikiranku, egoku, dipacu sedemikian maksimalnya. Bukan tanpa alasan, melainkan untuk menciptakan perubahan. Tidak sendirian, kalau kata Dilan, "berat, aku ga akan kuat".
Bukankah kalau mau ada perubahan harus ada yang dikorbankan?
Bukankah kalau mau ada perubahan harus bergerak?
Bukankah kalau mau ada perubahan harus yakin?
yes, i did, dalam 2 minggu ini
waktu tidur dan istirahat yang aku korbankan, rasa malas yang mencoba menguasai harus ditepis, dan percaya kepada teman-teman tim bahwa kita bisa melakukan yang sebelumnya belum pernah terjadi. And then what?
Allah Subhanahu Wata'ala benar-benar sesuai dengan prasangka hamba-NYA
Wuah luar biasa banget, saat aku belajar bagaimana kita harus yakin pada diri kita sendiri sebelum kita membuat yakin orang lain, aku juga belajar untuk selalu diam sejenak dan tarik nafas saat mulai ada sesuatu yang dirasa tidak enak. aku juga belajar untuk menyalurkan apapun energi yang kita rasakan kepada tim, mau itu deg-degan, sedih, senang, haru, semuanya.
dari mana aku belajar itu?
dari teman-teman timku. Mereka luar biasa kan?
tak ada yang lebih indah dibandingkan kita berlomba untuk datang paling pagi
tak ada yang lebih indah dibandingkan fokusnya mata, dan telinga saat menjelaskan strategi hari ini
tak ada yang lebih indah daripada ide-ide yang bermunculan saat kita berdiskusi
tak ada yang lebih indah daripada rasa hangat saat yang lain sakit lalu ada yang sigap peduli
tak ada yang lebih indah daripada keringat yang bercucuran tetapi senyum selalu merekah
tak ada yang lebih indah saat kita menyatukan frekuensi dengan tagline hari ini lebih baik dari hari kemarin yang benar-benar merasuk dalam diri
tak ada yang lebih indah saat setiap detik tak lupa meluruskan niat
mengesampingkan ego dan rasa malas
peduli dengan yang lain dan tetap tersenyum sepanjang hari
sedih saat ternyata kita hampir menyelesaikan tugas ini,
ada yang bilang lagi semangat-semangatnya,
ada yang bilang kangen briefing setiap pagi dan evaluasi sesudahnya
wah, bakalan kangen banget sih, beneran.
mereka itu melembutkan karakter yang keras, melengkapi kekurangan satu sama lain, selalu mengingatkan untuk meluruskan niat, tidak terfokus kepada titik hitam diatas kertas putih, selalu menggali hikmah dibalik semua kejadian, selalu berpelukan untuk transfer energi bahwa i can't do this alone, i need you (sesama perempuan ya, yang mahram pastinya)
aku tuh bingung, mau bilang apa sama kalian selain,
Terima kasih ... terima kasih ... terima kasih
bosen ya?
maaf deh, aku ga punya kata-kata lain selain itu.
aku ga punya apa-apa untuk diberikan ke kalian selain doa, Semoga Allah Subhanahu Wata'ala membalas setiap langkah dan keringat kalian dengan kebaikan yang berlimpah. Aku yang berterima kasih karena kalian mengajarkan banyak hal dalam 2 minggu ini
kawan, semoga Lelahmu, LILLAH :)
duduk dimeja belajar, saat malam hari, sepi, angin sepoy sepoy, dan setelah merasa lelah seharian, lalu mencurahkan isi fikiran kedalam tulisan adalah momen yang tentram banget.
Hari ini, aku lagi merasakan bahwa 2 minggu terakhir, tubuhku, fikiranku, egoku, dipacu sedemikian maksimalnya. Bukan tanpa alasan, melainkan untuk menciptakan perubahan. Tidak sendirian, kalau kata Dilan, "berat, aku ga akan kuat".
Bukankah kalau mau ada perubahan harus ada yang dikorbankan?
Bukankah kalau mau ada perubahan harus bergerak?
Bukankah kalau mau ada perubahan harus yakin?
yes, i did, dalam 2 minggu ini
waktu tidur dan istirahat yang aku korbankan, rasa malas yang mencoba menguasai harus ditepis, dan percaya kepada teman-teman tim bahwa kita bisa melakukan yang sebelumnya belum pernah terjadi. And then what?
Allah Subhanahu Wata'ala benar-benar sesuai dengan prasangka hamba-NYA
Wuah luar biasa banget, saat aku belajar bagaimana kita harus yakin pada diri kita sendiri sebelum kita membuat yakin orang lain, aku juga belajar untuk selalu diam sejenak dan tarik nafas saat mulai ada sesuatu yang dirasa tidak enak. aku juga belajar untuk menyalurkan apapun energi yang kita rasakan kepada tim, mau itu deg-degan, sedih, senang, haru, semuanya.
dari mana aku belajar itu?
dari teman-teman timku. Mereka luar biasa kan?
tak ada yang lebih indah dibandingkan kita berlomba untuk datang paling pagi
tak ada yang lebih indah dibandingkan fokusnya mata, dan telinga saat menjelaskan strategi hari ini
tak ada yang lebih indah daripada ide-ide yang bermunculan saat kita berdiskusi
tak ada yang lebih indah daripada rasa hangat saat yang lain sakit lalu ada yang sigap peduli
tak ada yang lebih indah daripada keringat yang bercucuran tetapi senyum selalu merekah
tak ada yang lebih indah saat kita menyatukan frekuensi dengan tagline hari ini lebih baik dari hari kemarin yang benar-benar merasuk dalam diri
tak ada yang lebih indah saat setiap detik tak lupa meluruskan niat
mengesampingkan ego dan rasa malas
peduli dengan yang lain dan tetap tersenyum sepanjang hari
sedih saat ternyata kita hampir menyelesaikan tugas ini,
ada yang bilang lagi semangat-semangatnya,
ada yang bilang kangen briefing setiap pagi dan evaluasi sesudahnya
wah, bakalan kangen banget sih, beneran.
mereka itu melembutkan karakter yang keras, melengkapi kekurangan satu sama lain, selalu mengingatkan untuk meluruskan niat, tidak terfokus kepada titik hitam diatas kertas putih, selalu menggali hikmah dibalik semua kejadian, selalu berpelukan untuk transfer energi bahwa i can't do this alone, i need you (sesama perempuan ya, yang mahram pastinya)
aku tuh bingung, mau bilang apa sama kalian selain,
Terima kasih ... terima kasih ... terima kasih
bosen ya?
maaf deh, aku ga punya kata-kata lain selain itu.
aku ga punya apa-apa untuk diberikan ke kalian selain doa, Semoga Allah Subhanahu Wata'ala membalas setiap langkah dan keringat kalian dengan kebaikan yang berlimpah. Aku yang berterima kasih karena kalian mengajarkan banyak hal dalam 2 minggu ini
kawan, semoga Lelahmu, LILLAH :)
Komentar
Posting Komentar