Imajinasi Tengah Malam

Yuk.... dimulai aja
Terinspirasi dari postingan tengah malam kakak kelas 12 (inisial RFM) di instagram yang sudah lulus dan sedang rindu dengan kawan kawan gokilnya tiba tiba terbayang kalimat ini.


Teringat beberapa hari kedepan kira-kira 4 hari sampai 5 hari saat gue em... lebih tepatnya kami anak kelas 11 daftar ulang untuk jadi kelas 12.
Lorong gedung depan kelas yang dulunya ramai dengan celotehan celotehan aneh
ejekan teman...
panggilan konyol...
gosip...
bahkan sampe curhatan, ramai bersorak sorai bersatu padu jadi suatu suara berisik yang kadang tergantung mood telinga bisa menerimanya.
bisa fine..
bisa biasa aja..
bisa juga kesel..
gedung depan kelas hanya tersisa saksi saksi bisu persahabatan dan permusuhan mereka.
Segala macam peristiwa yang pernah terjadi
kakak kelas yang biasanya lalu lalang, yang biasanya nongkrong didepan balkon, yang biasanya duduk ditembok, yang biasanya nyanyi, gitaran, nangis, pacaran, belajar, pada saat itu selalu jadi topik pembicaraan kami yang kadang bisa jadi moodbooster dan membuat rahang ini terbelalak lebar saat keluar dari ruang kelas yang baru diisi oleh pelajaran yang membuat otak beku sejenak. Tanpa kita sadari, sekarang lengang...

10 kelas kosong sekarang hanya diisi oleh tataan meja dan kursi yang rapih, juntaian kabel proyektor yang sudah di ikat, papan tulis yang licin, pintu yang terkunci, jendela yang bisa diintip sedikit, dan ......... em debu.
tak lama kelas itu akan kami isi
akan kami ganti nama nama struktur pengurus kelas dengan yang baru
akan kami buang kertas kertas lama yang tertinggal di kolong meja
akan kami cabut no peserta UN yang masih tertempel bahkan yang sudah sobek entah siapa yang ambil, mungkin untuk disimpan.
TAPI.....
kenangan kenangan merekalah yang satu satunya tak bisa diganti bahkan oleh 300 anak yang baru. :)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Generasi Masjid

Tentang Si Baik