Dua Muka
Ragamu berada dalam keramaian
tapi wajahmu seolah kebingungan
melawan raut yang seharusnya terpancar
menekan beban agar tak kelihatan
bersembunyi dibalik giliran lampu lampu malam
dan suara bising yang mengalihkan jeritan dalam dada
seolah semua terhapus sirna tergantikan sesaat
padahal ia selalu siap kembali merasuki raga yang lemah itu.
sendu sendiri engkau bercerita
tentang kado yang kau terima
entah apa itu yang jelas rasanya lebih pahit daripada biji kopi
tak ada nikmat sama sekali
tugasmu hanya bagaimana ia pergi dan berharap ada yang datang membawa gula sebagai ganti
jika boleh saja diam sesaat, pasti tubuhmu begitu berisik dan berteriak tak terima selalu dibawa tak sesuai arah.
letih
ingin berhenti
tapi wajahmu seolah kebingungan
melawan raut yang seharusnya terpancar
menekan beban agar tak kelihatan
bersembunyi dibalik giliran lampu lampu malam
dan suara bising yang mengalihkan jeritan dalam dada
seolah semua terhapus sirna tergantikan sesaat
padahal ia selalu siap kembali merasuki raga yang lemah itu.
sendu sendiri engkau bercerita
tentang kado yang kau terima
entah apa itu yang jelas rasanya lebih pahit daripada biji kopi
tak ada nikmat sama sekali
tugasmu hanya bagaimana ia pergi dan berharap ada yang datang membawa gula sebagai ganti
jika boleh saja diam sesaat, pasti tubuhmu begitu berisik dan berteriak tak terima selalu dibawa tak sesuai arah.
letih
ingin berhenti
Komentar
Posting Komentar