Sarung

Halo,
bogor malam minggu ini hujan cukup deras. Para jomblo selamat tertawa karena para takeners gajadi malmingan. Kecuali si cowo yang nerobos hujan dan malmingan dirumah si cewe. karena sicewe yang nagih "katanya lautpun kau seberangi, gunung kau daki, ini hujan aja gaberani nerobos"
Eaaa.........

Eits gue gasendiri, malam ini kita berempat lagi nongkrong di Masjid dekat Jungleland wilayah Sentul. Solat Magrib sembari nunggu adzan Isya.
Ayah bintang di tangga cowo
Gue dan bunda di tangga cewe

Gajauh, ya sekitar 2meter jaraknya.
Jadi masih bisa kelihatan kalau ayah dan bintang udah selesai solat.

Ya, malam ini kita baru pulang dari acara Family Day Sharp yang diadain setiap tahun, kali ini Jungle Land jadi destinasinya. Lokasi lainnya akan selalu menyusul dan menjadi annual vacation kita berempat yang suka jalan.

Sambil nunggu isya, gue sama bunda ngobrolin banyak hal sambil liat hujan.
Sampe akhirnya ada cowo yang baru selesai solat magrib dan terlihat sangat kece.

"nah gitu tuh yang bunda suka, keren"

Kenapa bunda sampe bilang gitu?

Cowonya emang keren beneran keren //sembari gue jelasin coba kalian bayangin ya dikepala masing-masing// badannya ideal, kepalanya masih basah karena air wudhu, pakai kacamata hitam, lagi megang handphone, pake kaos, celana pendek selutut. Dah. Biasa aja ya? Engga, yang bikin kerennya itu dia ngalungin SARUNG.

"keren kan teh, main mah main, kerja ya kerja, nonton konser boleh *difamilyday sharp selalu ada konser* tapi pas adzan langsung inget, ibadah ya tetep ibadah, pinggirin mobil, pake celana pendek ga masalah (buat cowo), ga ada alesan ga solat, kalau niat mah pasti tetep kepikiran bawa SARUNG, yang kaya gitu bunda suka"

Jadi intinya, karena bunda ayah suka jalan, mereka jadi ga terlalu suka pake baju formal, kecuali acara penting yang mengharuskan. Yang penting tutup aurat (buat cewe), dan cowo tadi merefleksikan seseorang yang gayanya santai, tapi tetap bawa sarung buat solatnya.

'adem ya liat anak muda kaya gitu tuh, ga urusan dunia doang diurusin'


Well, kita emang gatau cerita sebenarnya tentang si cowo, ini hanya gambaran dari ekspetasi kita berdua yang kebetulan sama.

Percakapan jadi agak bikin gugup pas bunda bilang,

'yang kaya gitu ya teh'
'iyaaaaaaaa hahahah' jawaban singkat yang menyimpan pertanyaan, siapa ya? Kapan ya?
Hahaha kocak deh!

Ketahuilah, memang benar, bukan perihal jagonya main bilyard, ngemoge, hiking, dsb aja. Coba ditambah dengan jalan ke masjid saat adzan berkumandang dan meninggalkan yang sedang dilakukan, itu yang jadi idaman. Apalagi dilakukan sejak muda, bukan sejak merasa umur sudah menua. Karena aku disini suka yang tak biasa, namun tetap pada jalan-NYA.

#selfriminder
#yuksamasamabelajar
#stilllearning
#berbagicerita

Kutunggu,


Nisa.
Peace, love, and gawl. Haha.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Generasi Masjid

Imajinasi Tengah Malam

Tentang Si Baik