Balada anak kuliahan

Jadi. gue pengen banget kita lebih banyak bercermin
walau, beberapa artikel psikologi menyatakan bahwa seseorang yang terlalu sering bahkan over bercermin itu punya beberapa kemungkinan, dan bahkan bisa berkemungkinan menyebabkan gangguan kejiawaan kronis yang ditandai dengan ketidakpuasan yang ekstrim terhadap penampilan.
tapi, kali ini gue ga akan bahas tentang gangguan kejiwaan itu.
gue akan lebih concern dari kitanya

gue sekarang masih mahasiswa at least gue tau banget apa yang mahasiswa-mahasiswa lain lakukan sebagai mahasiswa.

gue diskusiin ini sama temen gue yang tinggal di asrama, dan dia emang orangnya bisa untuk diajak  diskusi, debat, tukar pikiran, tapi menggila bersama juga dalam batas wajar tentunya.

Jadi gini, gue bukan tipe mahasiswa yang mengelompokan diri dalam suatu kelompok atau biasa kita sebut 'geng'. Sahabat dekat paling gue punya tapi ga banyak. Lebih baik sedikit tapi longlasting dan fleksibel, saling terbuka dan mengeti. Gue tidak menyalahkan kalian yang punya geng, gue ga nyuruh kalian bubar juga, but gue pengen kalian bener-bener jaga itu komunikasi. Yap gue tekenin komunikasi. Buat kalian yang punya geng dalam jumlah banyak yaaa diatas 5 oranglah, dan kalian longlasting, terbuka, saling jujur, kompak dalam hal positif, gue salut banget kalian keren. Karena menyatukan pendapat banyak kepala itu emang ga gampang. Dan, konteks pembicaraan dalam suatu geng juga menunjukan kualitas geng tersebut. Bukan kualitas gimana gimana sih, but gue pernah denger ceramahnya Ustadz Khalid Basalamah tentang Tutupilah Aibmu dan Tenangkan Fikiranmu. atau gue juga pernah baca "Kamu adalah bagaimana pergaulanmu".

ketika gue lagi ada disuatu kelompok dalam jumlah besar dan mereka sangat intens ngobrolnya, bercandanya, pada awalnya gue bersikap layaknya mahasiswa biasa, ikutan ngobrol, ketawa-ketawa, yaa serulah, heboh bareng sambil nugas ga mandang suku, agama, ras, warna kulit, dan ga bahas kemarin PILKADA milih siapa. nopee..... no way 
tapi gue mulai diem karena bingung mau ngomong apa, disaat topik pembicaraan berganti menjadi gosip dan gosipnya temen-temen kita juga.

hayoo.... siapa yang punya kebiasaan begitu?
kalau kalian liat ada satu orang yang tiba-tiba diem saat topik pembicaraan kalian berganti, percayalah orang itu adalah orang yang paling bingung atau bisa juga orang yang pengen nyampein sesuatu tapi bingung gimana nyampeinnya.

jadi gini guys, ada pepatah yang berbicara "ngacaaa dulu lo sebelum ngejudge orang" sorry itu ditranslate ke bahasa gaulnya kurang lebih begitu. Tapi coba diperhatikan, saat kita bicara kaya gitu ke orang lain, apa kita sendiri sudah melakukannya?
(poin 1)
terus, apa kita sudah melakukan hal yang lebih baik dari dia? (poin 2)
apa kita bisa melakukan apa yang dia lakukan? yang kita ejek itu (poin 3)

so lets see the positive things we get.
Saat kalian ditegur karena lelet dalam suatu acara, dan dipaksa dateng sama panitia yang bersangkutan, oke kalian sebel kalau kalian diajak dengan cara yang kurang sopan. But sebelnya jangan lama-lama, apalagi saat tau kalau kalian menang dalam acara itu.
coba fikirin kalau orang itu ga ngajak buru-buru, mana mungkin kita menang dan tampil di acara segede itu dan jadi dikenal banyak orang? (poin 4)

saat kalian berantem sama sahabat kalian, dan lari ke kelompok yang lain, cerita habis habisan tentang kejelekan sahabat kalian itu dalam sudut pandang kalian, dannn beberapa hari kemudian kalian BAIKAN. pliss tolong omongan kalian udah gabisa ditarik lagi, malah bahkan nyebar. (Poin 5)

sebenernya dari keseluruhan tulisan yang gue jabarin diatas, itu terkait banget BANGET BANGET sama hal ini : 

dari google image

ajaran kita masing-masing khususnya islam udah ngeaware nih soal yang kaya gini. Detail bangetkan. Terkadang kitanya yang belum tau, atau sudah tau tapi pura-pura gatau.  Coba bayangin deh, hadist diatas di terapin. Seberapa damainya hati kita. Seberapa damainya hari-hari yang kita jalani.
disaat aib kita kesbar, coba ngaca lagi, apa kita sudah menjaga aib saudara kita?

jadi, putar balikan dulu pertanyaan itu ke diri kita sendiri. Than, you will know what you have to do, talk or silent?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Generasi Masjid

Imajinasi Tengah Malam

Tentang Si Baik