Lahaula Walaquwata Ilabilah

Malam keroncongan
rindu pulang belum terasa karena tetangga yang selalu ada bak seorang saudara
Kelas pengganti yang mengacaukan hari juga membuat dengki hihihihihihi
seketika teriris hati membuka notifikasi 

lapar tak jadi
dadah tukang martabak, aku sudah tidak selera
laparku teralihkan kesini

tanpa disadari raut wajah tak dapat membohongi perasaan, mau dibuat senyum senyumpun ternyata masih terlihat

Assalamualaikum fikiran kenapa engkau begitu bising sampai gemetar sampai ke kaki.
Wahai raga apa kamu siap merealisasikan apa yang si imajinasi katakan?
Wahai hati, kuatkah engkau menopang tubuh gadis ini? 

tak sangka aku sedang dalam proses ini. Proses menuju diriku yang sebenarnya yang sebenarnya juga belum aku temukan.
Coretan tangan seorang teman yang bilang posisimu adalah posisi yang orang lain inginkan. 
Maka bersyukurlah.

Terimakasih Ya allah.

ada pepatah yang bilang, mulutmu harimaumu. tapi kali ini, gadgetmu harimaumu.
Tak ada alasan untuk tersenyum katanya.
rasanyaaa
inginku culik dia
kubawa ketempat terindah yang paling indah

Yaallah izinkan aku membawa semuanya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Generasi Masjid

Imajinasi Tengah Malam

Tentang Si Baik